2 Topik Diskusi Tentang Keuangan dengan Putra-Putri Anda

2 Topik Diskusi Tentang Keuangan dengan Putra-Putri Anda

Banyak orang tua yang tidak melibatkan putra-putri mereka yang masih remaja dalam diskusi tentang keuangan. Sesungguhnya, ketika seorang anak memasuki usia remaja, ia sedang berlatih untuk menjadi orang dewasa. Begitu anak mencapai usia 18 tahun, mereka sudah bukan anak-anak lagi. Mereka sudah harus belajar bertanggung jawab. Anak usia 18 tahun sudah bisa membuka rekening bank atas nama sendiri. Pada intinya, mereka sudah harus bisa bertindak dengan penuh tanggung jawab.

Oleh sebab itu, orang tua hendaknya mulai melibatkan mereka dalam diskusi tentang keuangan, terutama untuk keputusan-keputusan yang berdampak secara finansial dalam kehidupan mereka. Sudah saatnya mereka dibekali pengetahuan tentang finansial dan keahlian manajemen keuangan. Aspek keuangan akan berpengaruh besar dalam setiap tahap kehidupan mereka kelak, misalnya, keputusan tentang karir, membeli rumah, menikah, dan memiliki anak.

diskusi tentang keuangan

Tema Diskusi tentang Keuangan Antara Orang Tua dengan Remaja

Apakah putra-putri anda yang masih remaja sudah siap membuat keputusan penting dalam hidupnya. Diskusi tentang keuangan tidak hanya semata-mata tentang penganggaran dan tabungan. Banyak konsep penting yang harus mereka pahami sebelum mereka dewasa. Nah, berikut adalah beberapa tema yang mestinya masuk dalam diskusi anda dengan putra-putri yang masih remaja.

Hutang

Pastikan putra-putri anda memahami bahaya hutang sebelum mereka dewasa. Pendidikan tentang keuangan sejak dini dapat membantu mereka menghindari dampak buruk hutang kelak dalam kehidupannya. Jika mereka sudah memiliki pekerjaan dan mendapatkan penghasilan saat memasuki usia 21 tahun, mereka akan menjadi ‘target empuk’ bagi perusahaan kartu kredit. Berbagai tawaran menarik akan masuk melalui berbagai jalur, mulai dari email, tawaran di penerbangan, di toko, atau dalam berbagai kesempatan.

Tawaran kartu kredit selalu terdengar menarik dan menguntungkan. Namun, pastikan putra-putri anda memahami bahwa kartu kredit itu adalah hutang. Sekali mereka menggunakannya, berarti mereka berhutang. Jumlah yang harus dibayar kelak bukan hanya pokoknya, namun juga bunganya. Biasnya, bunga kartu kredit justru lebih besar daripada bunga pinjaman bank.

Baca Juga:   Trend Dunia dan Dunia Keuangan: Apa Yang Berpengaruh?

Tentunya, anda tidak ingin putra-putri anda terlilit hutang kelak dalam kehidupannya. Begitu seseorang berhutang, akan sangat sulit untuk keluar. Dampaknya sampai bertahun-tahun. Anda bisa menggunakan kalkulator kartu kredit online untuk mensimulasikan berapa sebenarnya yang harus mereka bayar kembali saat mereka meminjam menggunakan kartu kredit.

Perlindungan

Segala sesuatu bisa terjadi kapan saja. Saat memasuki usia remaja, putra-putri anda pastinya pernah mengalami hal-hal yang tidak diperkirakan, baik positif maupun negatif. Jika itu hal positif, tentu tidak ada masalah. Namun, jika itu hal negatif, apakah mereka siap menghadapinya? Misalnya adalah penyakit serius atau sekedar ban bocor.

Baca Juga :  Inilah 5 Manfaat Inklusi Keuangan yang Perlu Diketahui

Putra-putri anda harus mengetahui cara melindungi diri mereka saat dewasa nanti. Tanpa perlindungan yang tepat, hal-hal seperti masalah kesehatan dan kecelakaan lalu lintas dapat menjadi malapetaka. Terkait dengan perlindungan, ada beberapa istilah yang perlu mereka ketahui dan pahami:

  • Dana darurat. Ini bukanlah asuransi. Dana darurat yang dimaksud adalah dana khusus yang dialokasikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Biasanya, dana darurat disimpan di rekening terpisah, bukan di rekening yang biasa digunakan untuk berbelanja.
  • Asuransi rumah dan kendaraan. Asuransi tentunya penting untuk melindungi mereka kelak jika terjadi kecelakaan, kerusakan rumah atau kendaraan, jika seseorang terluka akibat kecelakaan dan membutuhkan pengobatan. Asuransi membantu menghindari mereka dari malapetaka karena harus menanggung biaya pengobatan atau biaya perbaikan rumah dan kendaraan.
  • Asuransi kesehatan. Jaminan ini sangat penting bagi semua orang. Bagi orang yang sudah bekerja, asuransi kesehatan biasanya disediakan oleh pemberi kerja. Asuransi kesehatan tidak hanya memberikan perlindungan dan pembiayaan atas penyakit serius. Bahkan, kunjungan rumah sakit karena masalah kesehatan ringan dapat menggoncang keuangan keluarga jika tidak ditanggung oleh asuransi.
  • Asuransi jiwa. Tentunya, ini bukanlah tema yang menyenangkan. Tidak ada yang mengharapkan sesuatu terjadi dengan orang-orang yang disayangi. Namun, asuransi jiwa sangatlah penting. Pastikan anda membicarakan tentang pentingnya asuransi jiwa dalam diskusi tentang keungan. Ketika mereka kelak memiliki anak, asuransi jiwa akan melindungi anak-anak ketika orang tuanya meninggal. Jika anda sudah memilikinya, beritahu mereka.
Baca Juga:   Cara Pinjam Uang di Bank Saat Masih Ada Utang

Selain dua hal tersebut di atas, pastinya masih ada beberapa tema penting yang perlu anda bahas dalam diskusi tentang keuangan dengan putra-putri anda yang masih remaja. Misalnya adalah tentang pembiayaan mereka saat kuliah nanti. Apakah diperlukan pinjaman untuk membiaya pendidikan mereka? Apakah anda sudah memiliki asuransi pendidikan untuk mereka? Dan sebagainya.

Diskusi tentang keuangan mungkin terdengar tidak menyenangkan. Pasalnya, anda harus membahas tentang bagaimana mengantisipasi hal-hal yang sesungguhnya tidak diinginkan. Namun, hal ini perlu dilakukan. Sebagai orang tua, anda harus menyiapkan putra-putri yang masih remaja sejak dini. Dengan demikian, mereka tidak akan membuat kesalahan yang menyebabkan biaya besar kelak setelah dewasa.