5 Langkah Mudah Bangun Portofolio Investasi. Bikin Cuan!

5 Langkah Mudah Bangun Portofolio Investasi. Bikin Cuan!

5 Langkah Mudah Bangun Portofolio Investasi. Bikin Cuan!

Apa saja langkah mudah bangun portofolio investasi? Pertanyaan tersebut biasanya muncul di pikiran orang-orang yang awam atau baru mulai berkecimpung dalam dunia investasi. Selain itu, banyak dari mereka yang belum mengerti pengertian dari portofolio itu.

Nah, apakah kamu merupakan salah satu bagian dari orang-orang tersebut? Jika iya, maka ketahuilah bahwa portofolio investasi merupakan sekumpulan investasi yang dipunyai oleh kolektif (badan, institusi, organisasi, dan sebagainya) atau perorangan.

Untuk membangun portofolio investasi, kamu perlu untuk berpijak pada beberapa langkah. Tidak perlu khawatir karena semua langkah tersebut mudah untuk dilakukan. Artikel ini akan membahas langkah mudah untuk membangun portofolio itu, jadi jangan lewatkan infonya!

5 Langkah Mudah Bangun Portofolio Investasi

Melalui keberadaan portofolio investasi, kamu tidak akan bergantung pada 1 sumber saja. Rasa khawatir akan ketidakpastian finansial pun berangsur menghilang. Nah, memang apa saja langkah mudah untuk bangun portofolio investasi? Ketahui lewat poin-poin berikut!

Menyediakan Anggaran Investasi yang Menyesuaikan Kebutuhan

Tidak dapat dipungkiri, berinvestasi merupakan suatu hal yang mampu memberi keuntungan. Jadi, tidak mengherankan jika banyak orang yang tergiur untuk menginvestasikan banyak uangnya tanpa mempertimbangkan hal lainnya.

Padahal, manajemen portofolio investasi yang ideal adalah yang seimbang dan menyesuaikan kebutuhanmu. Terkait hal ini, maka kamu sebaiknya mengupayakan pengendalian investasi dengan tepat.

Kamu bisa mulai mengatur anggaran setiap pos kebutuhan. Dalam pos investasi sendiri, kamu bisa menaruh sekitar 10–20% penghasilan. Lakukan pembagian pos anggaran ini secara disiplin agar investasi tidak menjadi berantakan.

Menentukan Aset Investasi yang Tepat

Setelah menentukan besaran anggaran yang diinvestasikan, selanjutnya kamu harus menentukan aset investasi secara tepat. Ini merupakan suatu hal yang sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Terdapat faktor-faktor yang perlu kamu perhatikan dan teliti secara seksama, diantaranya yakni umur, durasi yang diinginkan dalam penanaman investasi, serta toleransi risiko yang bisa diterima.

Baca Juga :  Investasi Saham VS Emas, Manakah Yang Lebih Menguntungkan?

Mengetahui hal tersebut, maka bisa dipastikan bahwa ketepatan suatu aset investasi satu orang dengan lainnya tidaklah sama. Nah, dalam langkah mudah bangun portofolio investasi satu ini, kamu perlu mengetahui 2 jenisnya:

Agresif

Mengalokasikan aset-aset yang mempunyai besaran risiko rata-rata. Ini merupakan hal yang menarik bagi kamu yang bersedia menjalani risiko tinggi demi menyeimbangkan hasil pendapatan dan pertumbuhan.

Konservatif

Lebih berminat untuk melindungi nilainya. Tidak cuma itu, jenis portofolio investor ini bisa memberi pertumbuhan modal yang memiliki potensi untuk jangka panjang investasi pada nilai uang berkualitas tinggi.

Memilih Investasi Jangka Panjang

Ciri portofolio investasi yang baik adalah berjangka panjang. Nah, dalam praktiknya, memang kamu dianjurkan untuk memilih bentuk investasi yang seperti ini lalu membagi modal menjadi kelompok aset yang pas.

Kamu dapat memilih aset-aset yang berbeda namun tetap dalam serumpun yang juga mempunyai hasil dan risiko yang berbeda. Misalnya dengan membagi porsi anggaran menjadi investasi saham luar negeri dan luar negeri.

Meninjau Portofolio

Perjalanan investasi tidak selalu berjalan mulus. Ada waktunya imbal hasil yang kamu peroleh mengalami penurunan, bahkan kerugian. Ini dapat berlangsung dikarenakan oleh sejumlah faktor yang berubah seiring waktu.

Contoh portofolio investasi yang rugi bisa disebabkan oleh risiko, keadaan finansial, dan lain sebagainya. Jika terdapat perubahan, kamu sebaiknya wajib mampu menyesuaikan portofolio investasi.

Terus Belajar Melalui Pakar Investasi

Demi membangun portofolio investasi yang ideal, maka kamu tidak cuma melakukan praktik secara mandiri. Namun pembelajaran dari para profesional pun perlu agar pengalaman mereka bisa membantumu dalam berinvestasi. Demikianlah pembahasan seputar 5 langkah mudah bangun portofolio investasi.