Bagaimana Cara Menjadi Agen Asuransi yang Baik? Simak Kiatnya

Bagaimana Cara Menjadi Agen Asuransi yang Baik? Simak Kiatnya

Cara Menjadi Agen Asuransi yang Baik

Tahukah Anda bahwa agen asuransi adalah salah satu profesi yang memiliki prospek menjanjikan? Profesi ini memang tidak banyak dibicarakan, namun memiliki berbagai keuntungan yang dapat menunjang kehidupan profesional Anda seperti fleksibilitas, bonus, serta jenjang karir.

Agen asuransi memiliki fleksibilitas waktu bekerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja kantoran pada umumnya. Agen asuransi dapat  menyesuaikan jadwal kerja mereka tergantung kebutuhan nasabah dan calon nasabah. Dari segi income, pekerjaan ini juga memberikan banyak manfaat melalui penghasilan yang kompetitif dan komisi yang  diperoleh berdasarkan berapa polis yang dapat dijual setiap tahunnya.

Bekerja di sektor asuransi juga memiliki potensi berkembang di masa depan karena tingginya pertumbuhan industri asuransi dalam negeri. Menurut data yang dihimpun Mordor Intelligence, tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun waktu tertentu (CAGR) industri asuransi di Indonesia mencapai 7.7%. Hal ini karena semakin banyaknya jumlah penduduk kelas menengah yang menyadari pentingnya asuransi untuk proteksi kehidupan. Jika Anda tertarik memahami lebih jauh tentang profesi agen asuransi, simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Rencanakan Perlindungan Anda Sekarang!

Kenalan dengan Profesi Agen Asuransi

Definisi agen asuransi menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah “orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah”. Sedangkan menurut KBBI, agen asurasi mengacu pada wakil perusahaan asuransi yang mencari, mengumpulkan, dan melayani pemegang polis.

Sebelum memulai karir sebagai agen asuransi, ada beberapa persyaratan yang perlu Anda penuhi. Kualifikasi ini disebutkan dalam peraturan OJK No.69/POJK.05/2016, antara lain:

  • Memiliki sertifikat keagenan sesuai dengan bidang usahanya
  • Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan asosiasi yang sesuai dengan bidang usaha seperti Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
  • Serta, mematuhi kode etik yang ditetapkan oleh asosiasi maupun perusahaan asuransi tempat bernaung.

Pada dasarnya, pekerjaan agen asuransi sangat berkaitan dengan pemasaran dan penjualan. Agen menjadi jembatan penghubung antara perusahaan asuransi dengan calon nasabah. Dalam profesi ini, Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk berinteraksi dengan calon nasabah atau pun nasabah lama, memperkenalkan produk asuransi sesuai dengan kebutuhan, dan memberikan penawaran. Yang tidak kalah penting dari profesi agen asuransi adalah pekerjaan ini bersifat humanis, tidak sekadar mencari keuntungan tetapi dapat memberi dampak sosial bagi sekitar. Dengan memberikan pencerahan tentang perencanaan keuangan dapat menjaga kondisi finansial bila terjadi risiko kehidupan. Selain itu, agen asuransi juga memiliki pengetahuan yang komprehensif terkait dengan produk asuransi yang ditawarkan. Nah, product knowledge ini menjadi aset yang sangat penting untuk dapat memberikan rekomendasi produk sesuai dengan kebutuhan calon nasabah.

 

Tips Menjadi Agen Asuransi yang Sukses

Dikutip dari situs Indeed, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyukseskan karir Anda sebagai agen asuransi, yaitu:

Networking

Bisnis asuransi adalah tentang kepercayaan. Jika Anda ingin menjadi agen asuransi profesional, skill networking merupakan kunci sukses Anda dalam mendapatkan nasabah dan juga merekrut agen lain di bawah tim Anda. Melalui jejaring yang baik, Anda bisa berpotensi mendapatkan rekomendasi, serta meningkatkan produktivitas Anda dalam menjual produk. Networking juga penting untuk memperluas jaringan sehingga Anda memiliki jangkauan lebih luas untuk mendapatkan calon nasabah baru melalui kenalan atau circle yang sudah ada.

Baca Juga :  Pengertian Asuransi: Unsur, Fungsi, dan Jenisnya

 

Tingkatkan Skill Customer Service

Customer service atau layanan konsumen adalah skill yang wajib dimiliki setiap agen asuransi. Customer service skill terdiri dari kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi yang baik dengan calon nasabah atau pun existing customer. Layanan konsumen yang baik akan membuat target audiens Anda merasa nyaman dan percaya dengan produk asuransi yang Anda tawarkan.

 

Menjaga Sikap Profesionalisme

Walaupun agen asuransi tidak dituntut untuk bekerja dari kantor setiap hari, Anda tetap harus memperhatikan sikap dan perilaku Anda di depan nasabah sebagai seorang profesional. Hal ini termasuk juga dalam penampilan dan sikap yang senantiasa bisa dipercaya, tepat waktu, tidak berbicara kurang sopan, dan sebagainya.

 

Mendengarkan dan Berempati

Kemampuan mendengarkan dan berempati dengan calon nasabah juga diperlukan saat Anda menjadi seorang agen asuransi. Saat calon klien Anda sedang bercerita tentang kehidupannya, Anda berusaha mendengarkan dan meresponnya dengan baik. Sebagai seorang agen asuransi, dapat relate dan nyambung dengan pengalaman yang diceritakan klien Anda bisa membangun kepercayaan dan komunikasi yang lebih baik. Jangan ragu untuk menanyakan minat, kehidupan profesional, dan kehidupan pribadi calon nasabah Anda untuk diskusi yang lebih bermakna. Dengan mampu bersimpati, Anda akan lebih memahami karakter orang yang sedang Anda hadapi.

 

Product Knowledge

Sebagai agen asuransi, penting juga untuk memahami produk yang Anda tawarkan kepada calon nasabah. Dengan menguasai apa yang Anda tawarkan, Anda dapat memberikan opsi yang variatif dan rekomendasi sesuai kebutuhan calon nasabah. Dengan product knowledge yang baik, Anda juga bisa membangun kepercayaan dan image yang positif di mata calon nasabah atau pun existing customer.

Hal yang Harus Dihindari

Selain tips tadi, Anda juga perlu memahami apa saja yang harus dihindari untuk menyukseskan karir Anda sebagai agen asuransi. Di peraturan yang sama, OJK juga menyebutkan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang agen asuransi, di antaranya:

  • Tidak menyampaikan informasi produk asuransi secara transparan
  • Tidak menerima permintaan penghentian atau penebusan polis di tahun pertama peserta
  • Tidak mengedukasi konsumen
  • Tidak menggunakan data yang valid untuk menyampaikan ilustrasi pada produk yang bersifat Unit Link atau yang mengandung unsur investasi.
  • Tidak memberikan informasi yang lengkap pada laporan perkembangan dana

Setelah memahami apa itu agen asuransi, keuntungannya, tips menjadi agen asuransi yang sukses, serta hal-hal yang harus dihindari, apakah Anda tertarik meniti karir dengan profesi ini? Perlu diingat bahwa karir apa pun yang Anda tempuh, komitmen untuk menjalankannya adalah yang paling penting. Dengan komitmen, tak ada yang tidak mungkin untuk dilakukan. Bahkan jika Anda memutuskan untuk bekerja sebagai seorang agen, atau di Manulife disebut sebagai Life Planner, Anda tetap bisa sukses dan menghasilkan cuan jika dilakukan secara konsisten dan sungguh-sungguh. Pekerjaan life planner punya banyak keuntungan diantaranya bonus penghasilan, proteksi kesehatan, sampai liburan ke destinasi wisata impian Anda.