Catat! 3 Prinsip Dasar Investasi dari Warren Buffett

Catat! 3 Prinsip Dasar Investasi dari Warren Buffett

Catat! 3 Prinsip Dasar Investasi dari Warren Buffett

Warren Buffett merupakan investor legendaris serta miliarder yang begitu dikagumi di Amerika Serikat bahkan di seluruh dunia. Tidak heran, pengalaman serta prinsip bisnis yang dimilikinya banyak menginspirasi sejumlah miliarder, investor, hingga CEO yang berasal dari sejumlah perusahaan di Amerika Serikat bahkan di dunia.

Contohnya saja seperti Marc Andreessen, ia merupakan pemodal ventura serta legenda teknologi Silicon Valley. Tidak heran karena bisnis Warren Buffett juga beragam contohnya seperti menjadi investor di berbagai perusahaan raksasa.

Strategi investasi yang dilakukannya mengharuskan investor bukan hanya mendalami berita terbaru, tetapi juga berfokus pada fundamental perusahaan ketika memutuskan kemana harus mengalokasikan dana mereka.

Prinsip Dasar Investasi Ala Warren Buffett

Berikut sejumlah prinsip investasi yang dimiliki oleh pria terkaya nomor 5 di dunia ini, antara lain:

1. Ketahui Apa yang Ingin Diinvestasikan

Hindari melakukan investasi pada bisnis yang tidak dipahami. Warren Buffett mengatakan, jika seorang investor harus berpegang teguh pada apa yang mereka ketahui. Saat ingin melakukan investasi ia hanya membeli saham di dalam bisnis yang dimengerti serta bagaimana bisnis tersebut akan menghasilkan uang di masa depan.

Hal tersebut dibuktikannya dari portofolio saham yang dimiliki seperti Apple, American Express serta Coca-Cola, tiga perusahaan ini terbukti terus menerus berkembang serta menghasilkan keuntungan untuk pemegang saham.

Menurutnya, kebanyakan investor biasanya terjebak pada keuntungan saham penawaran perdana. Kemudian melepaskan saham tersebut karena berpegang pada investasi keuntungan.

Ia menyarankan agar investor merangkum bisnis yang memiliki peluang terus berkembang di masa mendatang, mempunyai pasar tertentu atau dibutuhkan banyak orang kemudian mengoleksi sahamnya. Contohnya seperti perusahaan air minum, saham teknologi hingga merek fashion mewah.

Baca Juga :  Ingin Investasi? Inilah Keuntungan Investasi Emas yang Wajib Diketahui

2. Menjual dan Membeli Saham Berkualitas

Prinsip dasar investasi Warren Buffett yang lainnya adalah menjual serta membeli saham yang berkualitas. Ia menuturkan, lebih baik membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar, dibandingkan dengan perusahaan yang standar, tetapi memiliki harga yang mahal.

Investor harus memahami dengan baik apa yang dilakukan oleh perusahaan serta mengetahui banyaknya uang yang harus dibayar untuk memiliki saham tersebut. Strategi awal investasinya adalah membeli saham dengan harga yang sangat murah.

Kualitas saham tersebut tidak begitu penting bila harganya murah, oleh sebab itu ia yakin masih dapat menghasilkan uang. Tetapi, fokusnya menjadi berubah, dan akhirnya membeli saham yang kuat dan kompetitif.

Sesuai dengan sifat yang dimilikinya, perusahaan semacam itu tidak begitu umum dan umumnya lebih dihargai. Ia percaya bila sesudah menemukan perusahaan yang baik, investor aktif harus menginvestasikan uang dalam jumlah besar.

Meskipun memerlukan waktu, investor harus meyakini jika nantinya perusahaan yang sahamnya dikoleksi bisa mengumpulkan pendapatan di tahun-tahun mendatang.

3. Jangka Panjang

Warren Buffett juga menuturkan, jika kamu tidak berpikir memiliki saham selama 10 tahun, jangan berpikir memilikinya selama 10 menit. Dengan banyaknya berita yang cepat setiap hari, terdapat kecenderungan jika investor harus bereaksi pada segalanya.

Tetapi ia tidak setuju dengan hal tersebut. Ia berpikir adalah kelambanan menjadi kunci agar dapat meningkatkan kekayaan. Inilah yang membuatnya menganggap, periode hold favoritnya ialah jangka panjang.

Meskipun sesekali menjual saham, ia tidak pernah melepas semua kepemilikannya. Contohnya ia pertama kali berinvestasi di Coca-Cola tahun 1980-an, hingga sekarang ia masih memegang saham tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan Warren Buffett sebelumnya, kamu harus tahu apa yang kamu kamu investasikan.