Jangan Sampai Salah Pilih Aplikasi Investasi Passive Income

Jangan Sampai Salah Pilih Aplikasi Investasi Passive Income

Jangan Sampai Salah Pilih Aplikasi Investasi Passive Income

Investasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan passive income. Namun, kamu jangan sampai salah memiliki tempat investasi. Pastikan aplikasi investasi penghasil passive income ini telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedikitnya ada 5 aplikasi yang aman untuk investasi. Aplikasi ini bisa kamu unduh di Google Playstore dan AppStore dengan gratis.

Daftar Aplikasi Investasi Untuk Passive Income

Memilih investasi aman sangat penting dilakukan. Supaya kamu tidak terjebak investasi bodong yang sedang marak terjadi. Berikut daftar investasi yang aman di Indonesia:

1. Bareksa

Aplikasi investasi Bareksa sudah terdaftar oleh OJK. Investasi ini menyediakan layanan pembelian reksadana dan obligasi.

Tenang saja, apabila kamu masih pemula, Bareksa menyediakan fitur Robo Advisor. Tugasnya untuk memberi rekomendasi reksadana yang cocok untuk profil risiko kamu.

Kamu cukup melengkapi form dengan memberi keterangan sesuai kecenderungan saat investasi. Sehingga rekomendasi dari Robo Advisor juga bisa dipraktikkan, agar segera mendapatkan keuntungan.

Selain itu, kamu juga bisa menghitung stimulasi dana yang akan dikeluarkan dan keuntungannya. Sehingga kamu dapat melakukan prediksi keuangan yang bisa didapatkan selama investasi.

2. Bibit

Aplikasi investasi yang aman selanjutnya yakni Bibit, oleh PT Bibit Tumbuh Bersama. Aplikasi investasi passive income ini menyediakan fitur untuk pembelian Reksadana. Baik itu pasar uang, obligasi, saham, investasi syariah hingga produk dari pemerintah.

Sama dengan Bareksa, Bibit juga menyediakan fitur Robo Advisor. Namun sebelumnya, kamu akan diberi beberapa pertanyaan dasar. Supaya Robo bisa mengetahui profil risiko kamu.

Selanjutnya, Robo akan memberi rekomendasi produk investasi. Tentu sesuai dengan tujuan investasi dan juga risiko yang mampu diterima setiap pengguna.

3. Ajaib

Aplikasi investasi Ajaib, menyediakan fitur pembelian reksadana dan saham. Terutama bagi pemula yang baru saja belajar mengenai saham. Ajaib bakal cocok untuk kamu, karena mudah dimengerti.

Baca Juga :  Memahami Saham Blue Chip untuk para Pemula

Selain itu, ada pula forum diskusi mirip social media yang digunakan investor. Pada forum tersebut, beberapa investor biasanya berbagi informasi mengenai saham yang sedang bagus untuk dibeli. Kamu juga bisa belajar dari investor mengenai apapun.

Nominal investasi saham beragam. Sehingga kamu bisa memilihnya sesuai kantong.

4. Stockbit

Aplikasi Stockbit juga telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dan IDX. Jadi kamu tidak perlu khawatir terkait keamanannya.

Seperti pada Ajaib, Stockbit juga menyediakan forum diskusi. Dilengkapi pula dengan update berita baru yang bisa kamu ikuti untuk belajar saham.

Pada aplikasi ini, fee untuk membeli yaitu 0,1 persen. Sementara fee untuk menjual sebesar 0,2%. Tarif ini sudah termasuk dengan biaya broker, PPK dan lain sebagainya.

5. Amartha

Pilihan aplikasi investasi yang telah ber-OJK selanjutnya adalah microfinance marketplace bernama Amartha. Berbeda dengan reksadana yang membiayai perusahaan besar. Bersama aplikasi investasi ini, kamu bisa membantu pengusaha UMKM di pedesaan Indonesia untuk membangun bisnis dengan bantuan akses permodalan.

Tentu saja, kamu bisa melakukan stimulasi terlebih dahulu sebelum memberikan modal. Kamu bisa memulai investasi dengan dana mulai dari Rp100.000. Apabila sudah mengetahui ritmenya, barulah tambahkan nominal untuk memperbesar keuntungan.

Di Amartha, kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahunnya. Wah, menarik bukan?

Tampilan visual di Amartha juga mudah dipahami. Kamu bisa segera mencoba aplikasi investasi Amartha untuk dijadikan passive income yang tepat dengan biaya untuk berinvestasi relatif terjangkau untuk pemula.

Dengan berinvestasi di Amartha, kamu turut serta membantu pengusaha mikro di pedesaan untuk mengembangkan usahanya dengan cara melakukan pendanaan dan tentunya berdampak positif bagi perekonomian di Indonesia.