Mengenal Asuransi Penyakit Kritis

Mengenal Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi sangat dibutuhkan dengan tujuan berjaga-jaga. Pasalnya, tidak ada seorang pun tahu apa yang akan ia alami di masa depan. Memiliki asuransi sama halnya dengan menyimpan dana darurat dalam versi lebih terjamin, jika pemilihan perusahaan dan produknya dilakukan secara benar.

Salah satu jenis asuransi yang nama serta fungsi baru muncul akhir-akhir ini adalah asuransi penyakit kritis. Jenis asuransi ini penting untuk menjaga diri dari kemungkinan penyakit apa yang akan dialami di masa depan.

Risiko terkena penyakit pasti bisa menyerang siapa saja. Termasuk mereka yang telah berusaha menerapkan pola hidup sehat sepanjang hidupnya. Maka dari itu, jenis asuransi ini diciptakan untuk menetapkan keamanan akan kekhawatiran pengeluaran jika seseorang sakit.

Jenis asuransi ini dibahas tuntas oleh Dion, Insurance Advisor, dalam siniar Cuan bertajuk “Asuransi Penyakit Kritis”. Dion mengatakan berdasarkan data, inflasi atau kenaikan biaya medis sekitar sebelas persen tiap tahunnya.

Hal tersebut tentu akan menyulitkan penderitanya, terutama generasi muda saat ini yang akan menua di kisaran 2050 dan seterusnya. Lantas, apa pentingnya memiliki jenis asuransi penyakit kritis ini, ya?

Pentingnya Memiliki Asuransi Penyakit Kritis

Salah satu alasan perusahaan tertarik untuk mengembangkan jenis asuransi ini adalah kesadaran akan kekhawatiran pengeluaran tak terduga dari sakit parah.

Mengutip Investopedia, hal menarik dari asuransi penyakit kritis adalah uangnya bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti:

Membayar layanan medis kritis yang mungkin tidak tersedia
Membayar perawatan yang tidak ditanggung oleh kebijakan tradisional
Membayar biaya hidup sehari-hari, memungkinkan orang yang sakit kritis untuk memfokuskan waktu dan energi mereka untuk pemulihan daripada bekerja untuk membayar tagihan mereka
Biaya transportasi, seperti pergi dan pulang dari pusat perawatan, memperbaiki kendaraan untuk membawa skuter atau kursi roda, dan memasang lift di rumah untuk pasien kritis yang tidak dapat lagi menaiki tangga
Pasien yang sakit parah, atau mereka yang hanya membutuhkan tempat istirahat untuk memulihkan diri, bisa menggunakan dana tersebut untuk berlibur bersama teman atau keluarga.

Jenis Asuransi Penyakit Kritis

Berikut adalah contoh penyakit kritis dan biaya pengobatannya per pengobatan.

Jantung: 100–500 juta rupiah
Kanker: 500 juta–2 miliar rupiah
Tumor: 50–500 juta Gagal ginjal: 1–2 miliar
Stroke: sekitar 500 juta

Harga tersebut dipastikan dalam beberapa tahun ke depan akan membengkak. Karena kita tidak mungkin menyiapkan cadangan dana untuk penyakit parah di masa tua, asuransi ini hadir sebagai solusi untuk meringankan dana darurat yang harus disiapkan.

Baca Juga :  Mengenal Apa Itu Asuransi Jiwa dan Manfaatnya

Membahas skema, tiap perusahaan asuransi memiliki polis atau regulasi yang berbeda-beda dalam menawarkan asuransi ini.

Terdapat perusahaan yang cukup menggunakan diagnosa sudah bisa klaim. Namun, terdapat pula yang harus menyertakan berbagai syarat yang mungkin dirasa cukup menyulitkan.

Begitu pula dalam hal seberapa besar kondisi yang bisa di-cover. Maka dari itu, sebagai pembeli, kita harus bijak dan mengetahui secara lengkap jenis asuransi ini dengan bertanya secara rinci mengenai produk ini kepada agen yang menawarkannya.

Tips Memiliki Asuransi Penyakit Kritis

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli asuransi penyakit kritis.

1. Pastikan mengambil asuransi sebelum menderita penyakit tersebut.

Jika sudah memiliki penyakit tersebut, perusahaan asuransi biasanya tidak akan menerima. Oleh karenanya, penting untuk melihat sejarah penyakit keluarga. Cari tahu apa ada yang terdiagnosa atau meninggal karena memiliki penyakit kritis.

Dari hal ini kita dapat berjaga-jaga jika itu penyakit turunan, maka belilah asuransi ini sedini mungkin. Pilih polis yang bisa menutup seluruh biaya pengobatan secara lengkap.

2. Tentukan uang pertanggungan dan cari tahu cara klaimnya.

Jenis asuransi ini bermain dengan uang tunai. Oleh karena itu, uang pertanggungan awal yang kita serahkan, akan langsung didapatkan saat kita terdiagnosa penyakit kritis. Uang ini dapat digunakan untuk apa saja, termasuk sebagai pengganti pemasukkan yang hilang saat sakit.

Cara klaim uang ini yaitu dengan bukti dari dokter disertai dengan beberapa form yang harus diisi. Jika persyaratannya sudah lengkap, dapat langsung dikirim ke kantor agensi agar langsung diproses.

Waktu cair uang ini rata-rata tiap perusahaan adalah 40 hari setelah dokumen diterima. Namun, ada pula yang lebih dari waktu tersebut. Maka penting untuk mengkomunikasikan prosedur klaim ini kepada agen asuransi.

Intinya, asuransi ini dapat menjadi penolong terutama untuk kalian yang memiliki riwayat penyakit kritis dari keluarga. Simak penjelasan lebih lengkap soal asuransi penyakit kritis oleh Dion Rafael dalam episode “Asuransi Penyakit Kritis”. Klik tautan tersebut, ya!

Jangan lupa juga untuk ikuti terus siniar Cuan, Cari Untung Bareng Teman, yang membahas seputar perencanaan uang, investasi, asuransi, dan masih banyak lagi!