Millenial, Yuk Lebih Melek Finansial dengan Cara Ini!

Millenial, Yuk Lebih Melek Finansial dengan Cara Ini!

Millenial, Yuk Lebih Melek Finansial dengan Cara Ini!

Millenial, jangan sampai belum melek finansial. Di zaman yang selalu dimudahkan dengan teknologi, serta akses informasi yang cepat dan luas membuat gaya hidup konsumtif juga meningkat lho. Jangan sampai dengan buta finansial, gaji setiap bulan jadi keluar untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Apalagi jika kamu mulai hidup dengan mengandalkan pendanaan namun tidak tahu bagaimana melunasinya, istilahnya gali lubang tutup lubang.

Melek finansial menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah kecakapan dalam menerapkan konsep serta resiko finansial sehingga dapat mengambil keputusan efektif. Contoh melek finansial mencakup kemampuan manajemen keuangan pribadi, anggaran bulanan, hingga mampu memiliki imbal hasil atau penghasilan pasif.

Pentingnya melek finansial adalah agar dapat memiliki kesejahteraan finansial bahkan kebebasan finansial di usia tertentu. Selain itu melek finansial juga bisa menyelamatkan kamu dari masalah ekonomi, terutama ekonomi keluarga. Ibaratnya melek finansial bukan hanya mengetahui tetapi juga memiliki keterampilan dalam mewujudkan finansial yang sehat.

Cara Melek Finansial Sejak Dini

1. Senantiasa Mau Belajar Tentang Finansial

Melek finansial juga sering disebut financially literate, sehingga orang tersebut tentu memiliki ilmu yang berkaitan dengan finansial. Untuk dapat memiliki keterampilan melek finansial ini kamu tentu harus mau belajar. Contohnya, mengerti konsep arus kas, mengerti rumus-rumus anggaran pengeluaran, dan istilah lain dalam finansial.

Dengan mengedukasi diri tentang hal-hal yang berhubungan dengan finansial, kamu jadi terbiasa menyelaraskan hidup sesuai dengan pengetahuan yang kamu miliki. Contohnya kamu tahu cara bagaimana melunasi pendanaan keuangan dari pihak luar, bagaimana menerapkan hidup yang sehat dan hemat, hingga mencoba sumber penghasilan pasif yang menaikan arus kas.

2. Memiliki Perencanaan Keuangan Bulanan

Perencanaan keuangan bulanan adalah penerapan dari rumus-rumus anggaran pengeluaran. Ini bermaksud agar setiap uang yang dikeluarkan sesuai pada pos-pos kebutuhan, tidak disia-siakan dan agar tidak luput ketika harus membayar tanggungan-tanggungan finansial. Dengan perencanaan ini, kamu akan meminimalisir kehabisan uang sebelum tanggal gajian bulan selanjutnya. Dan tentunya kamu juga harus belajar cara hidup hemat demi mewujudkan finansial yang sehat.

Baca Juga :  Peran Keuangan Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

3. Memiliki Target Finansial

Seseorang yang melek finansial tidak sekedar mengatur masuk dan keluarnya uang, namun mereka juga memiliki target yang ingin dicapai dari pengaturan kas tersebut. Target finansial bisa dalam bentuk rencana masa depan, properti, bahkan kebebasan finansial itu sendiri. Dengan memiliki target, setiap upaya mendapatkan penghasilan tidak berhenti sebatas memenuhi kebutuhan saat ini, namun juga mewujudkan sesuatu yang lebih besar.

4. Menyisihkan Dana Darurat

Semakin kamu belajar tentang finansial, semakin kamu sadar pentingnya memiliki dana darurat. Orang-orang yang financially literate tentu bijak dalam mempertimbangkan resiko tidak terduga yang akan mempengaruhi keuangan mereka. Itu sebabnya dana darurat adalah hal yang perlu menjadi target bagi para pemula yang ingin memiliki kesejahteraan finansial.

5. Memiliki Catatan Pengeluaran

Sebagaimana anggaran bulanan itu penting, catatan pengeluaran juga bermanfaat sebagai laporan pengeluaran di akhir bulan. Meski terkesan sepele, catatan pengeluaran ini bisa diolah untuk melihat kebiasaan konsumtif yang mungkin kamu belum sadari. Usahakan untuk melek finansial mulai saat ini karena tidak ada kata terlambat dalam mendapatkan kebebasan finansial sedini mungkin. Di zaman yang serba mudah, tidak sulit untuk belajar bahkan mewujudkan target-target finansialmu. Karena kamu hanya perlu menggunakan teknologi yang ada dalam genggaman.

Salah satunya memilih investasi millenial untuk mewujudkan kebebasan finansial yang tepat bersama microfinance marketplace, Amartha. Di sini, kamu bisa mulai modalin dengan Rp 100.000 aja! Selain mendukung CEO UMKM Indonesia, kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil hingga 15% flat per tahun, lho!