Oversaving: Ternyata Menabung Berlebihan Tak Selalu Baik

Oversaving: Ternyata Menabung Berlebihan Tak Selalu Baik

Oversaving: Ternyata Menabung Berlebihan Tak Selalu Baik

Oversaving Tidak Selalu Baik

Bila banyak orang yang ingin menabung setiap bulan, beberapa orang justru terlalu berlebihan menabung. Menabung berlebihan atau oversaving sekarang ini menjadi salah satu istilah yang sering dilontarkan.

Menabung pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyisihkan pendapatan secara berkala serta menyimpan dana untuk kebutuhan di masa mendatang.

Apa Itu Oversaving

Bila menabung merupakan kegiatan untuk menyisihkan pendapatan, oversaving adalah kegiatan menabung yang dilakukan secara berlebihan, bahkan terkesan tidak masuk akal.

Contohnya saja seperti kamu memiliki penghasilan Rp10 juta per bulan, dari pendapatan tersebut, kamu menggunakan uang Rp9 juta untuk menabung dan Rp1 juta untuk kebutuhan biaya hidup.

Dana biaya hidup tersebut digunakan untuk membayar internet bulanan, jajan, membeli bensin, hiburan, hobi, membeli makan dan yang lainnya.

Dampak Oversaving

Menabung memang menjadi kegiatan yang baik, namun jika berlebihan, tentu akan menimbulkan dampak yang negatif. Berikut beberapa dampak dari menabung berlebihan, antara lain:

1. Pengelolaan Uang Menjadi Kurang Baik

Ketika menabung berlebihan, pengelolaan uang menjadi kurang baik, karena tidak dapat menakar berapa jumlah yang harus dikeluarkan setiap bulan serta jenis pengeluaran yang harus dilakukan.

2. Enggan Membeli Barang Baru

Membeli barang baru secara berlebihan atau hanya bersifat keinginan semata memang tidak baik, namun jika kamu sampai enggan membeli barang yang baru karena barang-barangmu sudah rusak, tentu produktivitas akan terganggu.

Contohnya, kamu enggan membeli laptop baru, karena enggan mengambil uang tabungan. Alhasil, pekerjaanmu menjadi terhambat karena hal ini.

3. Memiliki Rasa Takut yang Semakin Berlebihan

Terkadang, oversaving ini disebabkan karena rasa takut akan kekurangan uang. Bila hal ini terus menerus di pupuk, kamu akan terus takut dan hanya berfokus pada penghasilan atau uang.

Baca Juga :  Peran Keuangan Syariah untuk Pemulihan Ekonomi Indonesia

Cara Mengatasi Oversaving

Mengatasi kebiasaan menabung berlebihan memang tidak mudah, lebih-lebih jika kebiasaan ini sudah kamu lakukan dari dulu, seperti sudah dari kuliah, atau semenjak di bangku sekolah.

Biasanya, ketika ingin menghindari kebiasaan menabung berlebihan, kita akan dihantui rasa takut kekurangan uang, atau bayangan-bayangan jika tidak memiliki uang. Agar hal ini tidak terus menerus terjadi, berikut hal yang dapat kamu lakukan, antara lain:

1. Hitung dengan Pasti Dana Pensiun

Salah satu hal yang membentuk kebiasaan menabung berlebihan adalah ketakutan tidak bisa mencukupi kebutuhan di masa tua. Oleh sebab itu kamu dapat menghitung dengan pasti berapa jumlah dana pensiun yang kamu butuhkan di masa depan.

Bila sekarang kamu sudah memenuhinya, ketakutan yang kamu miliki pasti akan berkurang. Selain dana pensiun, kamu juga dapat mengumpulkan dana pendidikan anak. Namun dengan porsi yang sesuai gaji.

2. Melakukan Konsultasi dengan Psikolog 

Bila menabung berlebihan yang kamu lakukan disebabkan karena ketakutan. Kamu dapat melakukan konsultasi dengan psikolog untuk melihat sejauh mana kondisimu. Nantinya, psikolog akan memberikan saran agar dapat mengatasi kecemasan dan ketakutan ini.

3. Memilih Produk Investasi yang Tepat

Menabung berlebihan juga dapat diatasi ketika kamu sudah memilih produk investasi yang tepat.

Kamu bisa memilih produk investasi yang bisa memberikan imbal hasil menguntungkan, sehingga target keuanganmu tercapai, dan ketakutanmu atas finansial menjadi berkurang.