Trading: Arti, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Bedanya dengan Investasi

Trading adalah aktivitas yang dilakukan di pasar finansial. Kegiatan ini bukanlah sekadar proses jual beli barang atau jasa biasa.

Tujuan aktivitas ekonomi ini adalah melakukan jual beli dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Bagaimana caranya? Apakah berisiko?

Yuk, pelajari segala yang perlu kamu ketahui tentang trading di artikel yang sudah Ticketronix susun ini!

Apa Itu Trading?

trading adalah

Dilansir dari Investopedia, trading secara umum merupakan konsep ekonomi dasar yang meliputi kegiatan jual beli barang dan jasa.

Keuntungan dari aktivitas trading didapat dari kompensasi yang dibayarkan seorang pembeli pada penjual, atau pertukaran barang maupun jasa antara dua pihak.

Trading tidak hanya bisa dilakukan dengan orang-orang dari negeri yang sama, tetapi juga secara global yang disebut dengan perdagangan internasional

Pasar perdagangan internasional menawarkan kompetisi yang lebih sengit.

Hal ini pun berdampak pada terciptanya harga yang lebih kompetitif.

Dalam konsep finansial, trading merujuk pada proses jual beli sekuritas, contohnya saham.

Selain itu, trading juga sering dilakukan di pasar berjangka dan pasar valuta asing atau yang sering disebut dengan forex (foreign exchange).

Banyak orang mencoba trading sebagai penghasilan tambahan karena keuntungannya yang cukup menggiurkan.

Jenis-Jenis Trading

trading adalah

Ada beberapa jenis trading yang populer dilakukan penggiat dunia finansial, yaitu:

1. Trading forex

Trading forex adalah perdagangan kurs mata uang asing.

Seperti yang kita ketahui, nilai mata uang asing selalu naik-turun setiap beberapa waktu tertentu.

Untuk melakukan trading jenis forex, kamu bisa melakukan penukaran uang di money changer secara langsung maupun online dengan mendeposit sejumlah uang terlebih dahulu.

Keuntungan yang didapatkan dari trading forex tergantung nilai pertukaran mata uang asing dengan mata uang yang kita inginkan.

Contohnya, jika membeli 10 dolar AS hari ini, kita harus membayar Rp14.000.

Ketika kita menukarnya di waktu yang akan datang, bisa saja nilai 10 dolar saat menukarnya kembali ke mata uang rupiah menjadi Rp15.000.

Nah, dapat dilihat bahwa keuntungannya adalah Rp10.000.

Trading jenis forex dianggap salah satu yang menghasilkan keuntungan besar. Akan tetapi, risikonya pun cukup berat.

2. Trading saham

Hati-hati, jangan sampai tertukar antara trading saham dan investasi saham.

Keduanya memang mengandung kata saham, akan tetapi konsepnya berbeda. Investopedia bahkan menyebut keduanya adalah hal yang sangat berbeda.

Trading saham adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka waktu tertentu, biasanya cukup singkat.

Sementara itu, investasi saham bisa disimpulkan sebagai aktivitas “menabung” untuk memperoleh keuntungan dari pembelian saham untuk jangka yang panjang.

Untuk melakukan trading saham, yang harus kamu lakukan adalah antara menjual atau membelinya ketika terjadi fluktuasi harga.

Keputusanmu harus tepat untuk mendapatkan capital gain atau margin keuntungan, khususnya saat harga saham sedang melambung tinggi.

3. Trading binary

Sama seperti trading lainnya, aktivitas trading binary pun tak lepas dari jual beli.

Namun, trading ini dianggap sangat berisiko meskipun bisa juga menghasilkan keuntungan yang besar.

Sering kali, trading binary adalah penipuan.

Biasanya, trading jenis ini ditemukan pada transaksi judi pacuan kuda atau pertandingan bola.

Untuk melakukan trading ini, kita harus menentukan target dan mempertaruhkan sejumlah uang.

Jika target tercapai, akan ada keuntungan besar yang didapat.

Akan tetapi, jika meleset, kamu akan mengalami kerugian.

4. Trading emas

Trading emas tidak bisa disamakan dengan jual beli, investasi, maupun menabung emas.

Cara kerja investasi emas tak jauh berbeda dengan trading forex dan saham, hanya saja objek yang diperjualbelikan berupa emas.

Trading emas dapat dilakukan lewat broker.

Penting untuk memantau harga dolar AS jika memilih trading jenis ini. Pasalnya, fluktuasi harga emas sangat terpengaruh oleh nilai dolar dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.

5. Trading bitcoin

Sejak munculnya beberapa waktu silam, trading bitcoin adalah salah satu alternatif trading terbaru.

Objek dalam trading jenis ini tentu saja bitcoin.

Pembelian bitcoin dapat dilakukan dengan mata uang rupiah.

Jangan khawatir, untuk bisa melakukan trading bitcoin, kita tidak selalu butuh modal yang besar.

Yang penting, cermat memantau kenaikan dan turunnya harga bitcoin agar dapat melakukan keputusan yang tepat.

Keuntungan Trading

apa itu jual beli aset keuangan

Trading sering dianggap menguntungkan karena beberapa hal, di antaranya adalah:

1. Fleksibel

Trading disukai karena tak peduli kapan pun dan di mana pun dirimu, hal ini dapat dilakukan asal adanya akses ke internet.

Baca Juga :  Ini Dua Kelebihan Trading Forex dan Risikonya

Selain itu, trading bukanlah kegiatan yang menyita waktu, sehingga dapat dilakukan di sela-sela kesibukan tanpa mengganggu prioritas utama.

2. Praktis

Berkat teknologi saat ini, kamu bisa mengakses broker trading secara online.

Tidak hanya itu, tersedia juga fitur auto trading sehingga memudahkan proses trading.

Memantau fluktuasi harga dan penentuan harga jual beli trading adalah hal yang tak lagi sulit dengan fitur tersebut.

3. Biaya terjangkau dan data aman

Meskipun keuntungan yang dijanjikannya besar, bukan berarti dibutuhkan modal besar untuk mulai trading.

Beberapa broker online tidak memungut biaya pembuatan akun dan membebankan biaya komisi serta spread yang tidak mahal.

Selain itu, dengan memilih broker online yang terpercaya, kamu tak perlu khawatir soal keamanan data pribadi yang harus disertakan untuk mulai trading.

4. Akun demo untuk pemula

Jika masih ragu dan bingung soal trading, kamu bisa memulainya dengan mencoba akun demo yang juga memberikan informasi serta bimbingan strategi trading.

Risiko Trading

jual beli aset keuangan

Selain keuntungan, tentu saja ada beberapa hal yang harus diwaspadai seorang trader:

1. Deposit besar

Layanan beberapa broker trading memang bisa diakses tanpa biaya yang besar, dan trading bisa dimulai dari jumlah yang kecil.

Namun, ada pula broker trading yang mengharuskan kita untuk menyimpan deposit dalam jumlah besar.

Hal ini mendatangkan keuntungan besar, namun juga kerugian yang tidak bisa diremehkan.

Jika berniat trading, kamu harus berani menghadapi risiko karena tidak ada lembaga atau institusi yang menjamin simpanan.

2. Kesalahan memilih broker

Saat mencari broker online, bisa saja kita salah pilih.

Ada banyak broker yang bisa dipilih online, jumlahnya mencapai ratusan hingga ribuan.

Mereka menawarkan keunggulan yang berbeda-beda.

Trader khusunya para pemula harus benar-benar berhati-hati dan melakukan riset yang cukup sebelum memilih untuk melakukan trading dengan sebuah broker agar tidak rugi.

Perbedaan Trading dan Investasi

trading adalah

Trading dan investasi sering dianggap sebagai hal yang serupa. Padahal, itu tidak benar.

1. Prinsip

Dalam trading, prinsip yang dipegang adalah buy and sell. Sehingga, seorang trader akan membeli aset untuk bisa dijual lagi di masa yang akan datang.

Sedangkan, investasi memiliki prinsip buy and hold. Di mana seorang investor akan membeli aset dan menyimpan hingga tujuan investasinya terpenuhi.

2. Analisis

Fokus analisis dari trading adalah hal-hal teknikal seperti grafik, bagan, dan pergerakan di dalamnya.

Sedangkan, analisis yang dilakukan investasi lebih berfokus pada hal-hal fundamental seperti cash flow, prospek perkembangan, laporan keuangan, dan lainnya.

3. Risiko

Risiko dalam trading sangatlah besar. Hal ini karena pergerakannya yang sangat cepat dalam kegiatan jual-beli aset.

Sedangkan, risiko investasi sangat rendah karena aset yang dibeli diseleksi secara ketat oleh investor terlebih dahulu.

4. Jangka waktu

Dalam trading, jangka waktu sebuah aset dipegang oleh trader sangatlah sedikit. Bisa dalam hitungan detik hingga beberapa bulan.

Sedangkan dalam investasi, suatu aset akan dipegang oleh investor dalam jangka waktu panjang. Bisa dalam beberapa tahun hingga dekade.

5. Capital growth

Fokus capital growth dalam trading adalah untuk membuat profit jangka pendek. Jika kamu melakukan analisis dan strategi yang tepat, modalmu pun akan turut bertambah.

Sedangkan, investasi fokus untuk menambah kekayaan di jangka panjang dengan meminimalisir risiko.

Seorang investor bertujuan untuk mendapatkan dividen sebagai passive income.

6. Usaha yang dilakukan

Dalam trading, seorang trader harus sering melakukan analisis untuk setiap hal yang dilakukannya.

Bahkan, membeli dan menjual aset pun harus dilakukan analisis terlebih dahulu.

Sedangkan, investor akan lebih sering melakukan analisis di permulaan investasi atau saat memilih instrumen.

Selain itu, investor pun akan membuat keputusan berdasarkan prospek perkembangan perusahaan.

7. Tolak ukur kesuksesan

Tolak ukur kesuksesan dalam trading adalah profit yang dihasilkan dari jual beli asetnya.

Sedangkan, tolok ukur kesuksesan dalam investasi yaitu tercapainya tujuan investasi seorang investor.

Trading adalah kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperolah keuntungan saat waktu senggang.

Akan tetapi, dapat disimpulkan dari penjelasan Ticketronix dalam artikel ini bahwa perlu kehati-hatian ekstra agar tidak mengalami hal yang tidak diinginkan saat melakukan trading.